Mengenal Kelebihan Background Vector Untuk Desain Grafis Terbaik

Apa itu Background Vector? Lalu apa bedanya dengan desain Vector. Mungkin bagi Anda yang sudah lama bergelut dengan dunia desain grafis istilah ini sudah sangat familiar. Tapi pastinya akan menjadi istilah yang sangat asing bagi Anda yang masih awam tentang dunia desain grafis.

Sebelum menjawab apa yang dimaksud dengan background vector, penting untuk memahami dulu apa yang dimaksud dengan desain vector. Namun yang pasti antara keduanya memiliki hubungan yang sangat erat.

Desain Vector dan Keunggulannya

Di dalam dunia desain grafis ragam desain secara umum bisa dibedakan menjadi dua, yakni desain berbasis vector atau vector based design dan desain berbasis bitmap atau bitmap based design.

Memangnya kenapa harus dibedakan seperti itu? Pasalnya software desain yang ada umumnya menggunakan sistem yang berbeda berdasakan dari dua kategori di atas tadi. Lalu apa yang berbeda dari keduanya?

pixabay.com

Desain berbasis vector menggunakan perhitungan matematis dalam menentukan dan menampilkan obyek-obyek penyusun sebuah desain. Perhitungan matematis tersebut meliputi berbagai paramater penyusun sebuah obyek, mulai dari posisi koordinat, tebal tipisnya garis lurus (outline), fill atau warna isi obyek, serta berbagai parameter lainnya.

Artinya untuk melakukan pengeditan dengan menggunakan desain berbasis vector sama halnya dengan Anda mengedit parameter penyusunnya. Lalu apa kelebihan dari desain vector ini?

Beberapa keunggulan dari desain berbasis vector ada pada keluesan Anda untuk mengubah bentuk, ukuran, serta berbagai parameter lain secara bebas tanpa khawatir terjadi penurunan kualitas tampilan maupun kualitas cetaknya. Artinya meskipun sudah diedit, tampilan akan tetap tajam, jelas, dan bagus.

Desain berbasis vector ini lebih cocok jika digunakan untuk membuat obyek desain berbentuk geometris. Misalnya saja  seperti lingkaran, kotak, poligon, dan elips. Namun sayangnya relatif sulit jika menggunakan desain venctor untuk membuat desain yang memiliki tekstur kompleks seperti halnya foto.

Maka dari itu, desain berbasis vector ini lebih banyak diguakan untuk membuat desain-desain yang lebih menekankan pada soliditas bentuk dan warna, serta fleksibilitas ukuran. Misalnya saja seperti desain logo, kartun, letterhead, dan lain sebagainya. Software Desain Vector yang Direkomendasikan

Untuk mengedit sebuah gambar maupun memanipulasi sebuah foto, Adobe Photosop adalah pilihan terbaiknya. Tapi aplikasi atau software seperti halnya Photosop ini hanya menangani gambar berjenis bitmap atau raster saja.

Tapi untuk membuat desain seperti gambar ilustrasi, logo. Maupun icon, rata-rata para desainer grafis memilih menggunakan software yang memang dikhususkan untuk mendesain gambar berjenis vector seperti ini.

Adapun beberapa jenis software yang bisa dipilih adalah Adobe Illustrator, CorelDraw, Macromedia Freehand, Krita, Inkscape, Skatch, Affinity Designer, dan lain sebagainya. Tapi dari banyaknya software desain vector yang ada, Adobe Illustrator sangat direkomendasikan untuk dijadikan prioritas utama.

Pasalnya dari berbagai pertimbangan mulai dari kemampuan, fitur, dan kompabilitas yang ditawarkan terbilang sangat lengkap. Selain itu dari segi pengoperasiannya pun terbilang lebih mudah.

pixabay.com

Mengenal Backgrund Vector

Background atau gambar vector bisa dipahami sebagai gambar yang dihasilkan dari perpaduan antara titik dan garis dengan menggunakan rumusan matematika sehingga membentuk sebuah piligon yang menggambarkan sebuah obyek tertentu.

Dan jika dihubungkan dengan desain vector yang sebelumnya sudah diulas, backgrund berbasis vector ini bisa dikatakan sebagai hasil dari desain vector itu. Dan untuk membuatnya, Anda bisa menggunakan aplikasi atau software desain vector yang sebelumnya sudah dibahas.

Lalu seperti apa ciri-ciri background atau gambar vector? Sebuah background dikatakan hasil dari desain berbasis vetor jika memiliki ciri-ciri seperti ini:

pixabay.com
  1. Background dibuat dari perpaduan obyek-obyek yang bersifat individu yang terdiri dari titik, garis, dan warna.
  2. Ukuran background tidak mempengaruhi kualitas gambar yang ditampilkan. Sebab hasil desain vector memang tidak tergantung pada resolusi. Selain itu, ukuran background relatif kecil.
  3. Background bersifat scalable. Artinya background tidak akan pecah pada saat diperbesar.
  4. Tampilan background yang dihasilkan tidak begitu nyata dan natural. Itulah kenapa tidak bisa digunakan untuk memproduksi gambar foto realistik.
  5. Pada saat background ditampilkan pada layar monitor, butuh proses yang sedikit lebih lama.

Nah, jika sebuah background gambar memiliki karakteristik seperti itu, maka sudah jelas jika proses desainnya dengan menggunakan desain berbasis vector. Agar supaya lebih jelas lagi, Lihatlah beberapa contoh background vector berbasis blue aesthetic background ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *