8 Tips Menyusun CV Berbahasa Inggris untuk Melamar Kerja

Membuat resume atau CV (Curriculum Vitae) adalah langkah pertama yang harus dilakukan ketika mencari pekerjaan. Untuk melamar di perusahaan lokal, ada baiknya menggunakan bahasa Indonesia. Sementara CV berbahasa Inggris dibutuhkan untuk melamar di perusahaan internasional.

Masalahnya, bagi orang yang tidak terbiasa menulis resume dalam bahasa Inggris, dibutuhkan sedikit riset. Setidaknya Anda perlu mencari contoh format daftar riwayat hidup berbahasa Inggris yang sesuai ketentuan. Sebab, di negara terkadang memiliki standar tersendiri yang paling sering mereka gunakan.

Menulis CV Berbahasa Inggris

Nah, untuk membantu Anda, di bawah ini ada 10 kiat membuat CV berbahasa Inggris yang bagus, menurut standar perusahaan-perusahaan Amerika Utara.

1. Informasi kontak diletakkan di atas

Heading atau bagian atas CV yang Anda buat sebaiknya langsung mencakup nama lengkap, alamat, kode pos, nomor telepon, dan email. Biasanya perusahaan internasional lebih mengutamakan penggunaan email, jadi jika alamat email Anda terlihat tidak profesional, ubah sebelum memasukkannya ke dalam CV.

stocksnap.io

2. Jauhkan dari informasi yang terlalu personal

Jangan menyebutkan suatu informasi yang bersifat pribadi dan tidak terkait dengan pekerjaan. Bahkan beberapa perusahaan terkadang tidak ingin tahu tanggal lahir atau status perkawinan, yang mana dalam CV lokal dua hal itu hampir pasti ada.

Penggunaan foto juga tidak terlalu dianjurkan, kecuali jika penampilan memang menjadi salah satu syarat untuk pekerjaan. Misalnya sebagai pembawa acara TV atau pemain film.

3. Buat tujuan yang jelas

Dalam pembuatan CV sangat tidak disarankan menulis kalimat yang bertele-tele. Buat pernyataan yang to the point karena inilah tujuan dari dibuatnya resume. Jangan lupa menyebutkan ringkasan profesional terkait dengan posisi yang diminati, sehingga dapat menunjukkan bahwa diri Anda memenuhi syarat untuk pekerjaan tersebut.

4. Informasi pendidikan, pengalaman kerja dan keterampilan

Informasi tentang pendidikan tidak sama dengan pengalaman kerja dan keterampilan. Gelar, nama universitas dan tahun kelulusan masuk ke bagian pendidikan. Menyebutkan nilai rata-rata terkadang juga bisa dilakukan bagi fresh graduate.

Sementara pekerja profesional yang sebelumnya pernah menjalani karier, sebaiknya dahulukan informasi pengalaman kerja kemudian baru pendidikan. Sertakan pula keterampilan jika kiranya relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar, seperti keahlian komputer, bahasa, pengoperasian aplikasi tertentu, dll.

stocksnap.io

5. Menyebutkan pengalaman sebagai volunteer jika ada

Pengalaman menjadi volunteer atau sukarelawan dalam suatu kegiatan bisa menjadi pertimbangan bagi suatu perusahaan. Jadi misalnya Anda adalah fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja, maka informasi pengalaman itu bisa berasal dari menjadi volunteer atau magang.

Alasannya adalah kegiatan ini menunjukkan bahwa Anda bersedia memberikan kontribusi kepada masyarakat tanpa berorientasi pada gaji. Ini bisa dilihat sebagai atribut positif yang dimiliki seorang pelamar kerja.

6. Gunakan data berupa angka

Dalam pendeskripsian pengalaman kerja Anda, gunakan data berupa angka. Misalnya di pekerjaan sebelumnya bertugas di bidang desain, cantumkan berapa banyak klien yang telah ditangani. Bisa juga berupa persentase penjualan atas kontribusi Anda atau data valid lainnya.

7. Kenali apa itu buzzwords dan cantumkan di CV

Ini yang jarang disadari oleh banyak pencari kerja. Saat ini ada software yang dapat digunakan untuk memindai CV (dalam bentuk digital) agar menemukan kata kunci tertentu. Misal mereka menginginkan pelamar yang memiliki kemampuan dalam website design, maka jangan lupa cantumkan kata kunci tersebut.

Oleh karena itu, sebelum menulis CV baca kembali dari awal deskripsi di lowongan pekerjaan, lalu tuliskan semua kata kunci yang ada di situ. Ini dapat membantu Anda membuat daftar riwayat hidup yang efektif.

stocksnap.io

8. Tidak harus Satu Halaman

Jangan terpaku dengan contoh CV yang kebanyakan hanya satu halaman. Pikirkan informasi yang paling relevan lalu masukkan semuanya. Tetapi di halaman kedua, sebaiknya sertakan lagi header dengan nama dan informasi kontak seperti di awal.

Membuat CV dengan banyak “ruang putih” atau longgar sangat disarankan. Sebab, memadatkan semua informasi ke dalam satu halaman membuatnya sulit untuk menyoroti informasi penting.

Kesimpulan

Membuat Curriculum Vitae itu tidak harus monoton dan formal seperti yang dipelajari di sekolah dulu. Saat ini banyak perusahaan yang mencari orang-orang kreatif, di mana itu dapat dilihat sejak pembuatan CV. Apalagi bagi perusahaan internasional atau ketika Anda hendak bekerja di luar negeri.

Membuat CV berbahasa Inggris harus sekreatif mungkin. Usahakan mencari contoh dari negara-negara tertentu, bukan sekadar mengalihbahasakan CV berbahasa Indonesia menjadi Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *